dilema kelompok tani_link.bayan_lombok

Salam sejahtera untuk kita semua, Kembali lagi bersama saya Arif suhardiman. Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba untuk menggali dan mengungkapkan informasi mengenai krisis dan atau kelangkaan pupuk Tani baik yang bersubsidi. Krisis dan ataupun kelangkaan pupuk ini tidak hanya terjadi di lingkungan Bayan Kelurahan renteng Kecamatan Praya tetapi barangkali sudah terjadi kelangkaan pupuk di Lombok Tengah dan atau Pulau Lombok pada umumnya. Untuk itu saya sudah mewawancarai dan ditemani oleh ketua kelompok tani lingkungan Bayan kelurahan Gerunung yaitu saudara Bapak Atar Udin, guna mendapatkan informasi yang jelas, tepercaya dan tepat sasaran. Adapun hasil wawancara yang telah kami lakukan adalah sebagai berikut;
1. Pupuk bersubsidi (yang diberikan oleh pemerintah), tidak dapat memenuhi kebutuhan kelompok tani, tidak hanya bagi kelompok tani di lingkungan Bayan Kelurahan Gunung, tetapi juga kelangkaan pupuk ini terjadi di  Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah (ujar ketua kelompok tani link. Bayan)
2. Karena pembagian pupuk tersebut harus sesuai dengan rd KK (aturan yang sudah ditetapkan). dimana ketua kelompok tani di link. Bayan, terdapat 99 kartu keluarga (KK) dan sistem pembagiannya adalah setiap orang atau perkepla keluarga yang memiliki luas sawah seluas 1 are maka akan diberikan 1 kg pupuk bersubsidi dan apabila dalam satu KK itu memiliki luas lebih dari itu, misalnya 4 are maka akan diberikan pupuk bersubsidi sebanyak 4 Kg Yang terdiri dari pupuk Phonska dan pupuk urea. 
3. Artinya Apa artinya adalah bisa dibayangkan bahwa dari 29 hektar sawah yang ada di kelompok tani lingkungan Bayan, hanya diberikan 2 ton 2 timbang pupuk bersubsidi yang yang terdiri dari pupuk Phonska dan urea, dan kalau dibagi sesuai dengan etika atau aturan yang ada saat ini maka hanya bisa mencapai luas sawah yang seluas 18 hektar, itupun juga tidak cukup untuk pemupukan. maka tentu dalam hal ini tidak akan pernah dapat untuk bisa memenuhi kebutuhan pupuk kelompok tani di lingkungan Bayan kelurahan Gerunug kec. Praya kab. Lombok Tengah. Bahkan cenderung menimbulkan potensi konflik (percekcokan). Kebutuhan/luas sawah kelompok tani kita 29 hektar tapi dikasih alokasi hanya alakadarnya saja untuk 18 hektar dan ini sangat tidak cukup bagaimana mau maju (ujar pak ketua kelompok tani)
4. belum lagi bagi beberapa para petani yang kartu keluarga nya tidak sesuai dengan yang ada di KTP, maka dia tidak dibolehkan untuk diberikan pupuk bersubsidi tersebut sehingga harus memperbaiki terlebih dahulu KK dan atau KTP mereka agar sesuai dan sinkron. Hal ini menjadi beban baru  bagi mereka yang sudah terbebani dengan aturan yang ada, sehingga menyebabkan masyarakat setempat menjadi bingung dan minta tolong harus kemana menyuarakan isi hati mereka.
5. maka salah satu solusinya adalah kelompok tani di desa Bayan harus membeli pupuk yang non subsidi sekalipun harganya bisa mencapai 3 kali lipat yang semula harganya Rp200.000 (dalam kondisi normal) sekarang oleh para penjual di toko itu mereka menjualnya seharga Rp.600.000 dan bahkan sampai 700.000 lebih. 
Melihat kondisi idealitas diatas maka ini sangat meresahkan pagi para kelompok tani yang ada di lingkungan bayan, bahkan diakhir perbincangan kami sempat berguru jangan-jangan  kita  ingin dibunuh pelan-pelanwkwkwkww. artinya apa artinya adalah informasi yang demiikan adanya ini sebaiknya harus dikomunikasikan lebih jauh lagi guna mencari titik terang atau jalan keluar agar mereka para petani kita dapat bekerja dengan baik, maksimal  dan tentunya diharapkan dapat menghasilkan swasembada berupa hasil panen yang berkualitas bagus dan maksimal.
Mengingat masalah pupuk ini adalah masalah yang sangat urgent. Pupuk merupakan kebutuhan pokok dan yang paling utama bagi para petani yang tidak hanya bagi petani yang ada di desa Bayan tetapi juga bagi para petani di seluruhnya pelosok Indonesia. 
Rhamadan (2014) menyatakan bahwa pemberian pupuk yang sesuai dan seimbang adalah hal yang sangat mempengaruhi kesehatan tanaman padi. Sehingga apabila tanaman padi tidak diberikan pupuk yang sesuai dan seimbang maka hasil panen dari tanaman padi itu akan jauh dari harapan dan lebih parahnya lagi dapat mengakibatkan gagal panen. Padahal di sisi lain kalau kita ingin melihat bagaimana pemerintahah pada ada ulang tahun Pancasila mereka itu selalu menyuarakan dan meneriakkan Kepada seluruh masyarakat Indonesiasia agar aktif berpartisipasi dalam aksi bela negara, tidak terkecuali bagi para petani yang ada di seluruh Indonesia. Sebagai satu contoh bapak Menteri Pertahanan yaitu Prabowo Subianto di hari lahir Pancasila mengatakan ; bahwa bela negara harus dilakukan dengan cara bekerja sebaik mungkin di bidang masing-masing misalnya para petani harus bisa menghasilkan Swasembada dan hasil panen yang bagus, unggul dan berkualitas.
akhirnya timbullah suatu pertanyaan di benak saya dan atau dibenak kita semua. Bagaimana bisa kita dapat melakukan bela negara dengan sebaik-baiknya apabila peralatan berupa kebutuhan dan perlengkapan kita tidak memadai ? maka tentu kita lambat laun akan kalah sebelum berperang. bukankah demikian.

Refrensi

Dokumentasi;
gbr.1.1 (wawancara dengan ketua klp tani link. Bayan)
gbr.1.2(rd KK.kelompok tani link. Bayan) 
gbr.1.3 (wawancara dialokasi pemumupukan)
Gbr. 1.4 (menunjukan dan mengamankan pupuk bersubsidi)

Komentar